Kamis, 02 Juni 2011

AYAM bROILER


Ayam broiler adalah galur ayam hasil rekayasa teknologi yang memiliki karakteristik ekonomis dengan cirri khas pertumbuhan cepat sebagai penghasil daging, masa panen pendek dan menghasilkan daging berserat lunak, timbunan daging baik, dada lebih besar dan kulit licin (North and Bell, 1990). Menurut Rasyaf(1999) ayam broiler merupaakan ayam pedaging yang mengalami pertumbuhan pesatpada umur 1 – 5 minggu. Selanjutnya dijelaskan bahwa ayam broiler yang berumur 6minggu sudah sama besarnya dengan ayam kampung dewasa yang dipelihara selama 8 bulan. Keunggulan ayam broiler tersebut didukung oleh sifat genetic dan keadaan lingkungan yang meliputi makanan, temperature lingkungan dan pemeliharaan. Pada umumnya di Indonasia ayam broiler sudah dipasarkan pada umur 5- 6 minggu denganberat 1,3 – 1,6 kg walaupun laju pertumbuhannya belum maksimum, karena ayam broiler yang sudah berat sulit dijual (Rasyaf, 1999).
Menurut Mountney (1983) ayam broiler yang baik adalah ayam yang cepat tumbuh dengan warna bulu putih, tidak terdapat warna-warna gelap pada karkasnya,memiliki konfirmasi dan ukuran tubuh yang seragam. Ayam broiler akan tumbuh optimal pada temperature lingkungan 19 – 210C (Soeharsono, 1976).

Konsumsi Ransum
Ternak akan dapat mencapai tingkat penampilan produksi tertinggi sesuai dengan potensi genetiknya bila memperoleh zat-zat makanan yang dibutuhkannya. Zat makanan tersebut diperoleh ternak dengan jalan mengkonsumsi sejumlah makanan(Sutardi,1980). Menurut Maynard and Loosly (1962) tujuan ternak mengkonsumsiransom adalah untuk hidup, bertumbuh dan berproduksi.
Konsumsi adalah jumlah makanan yang terkonsumsi oleh hewan biladiberikan secara ad libitum. (Parakkasi, 1999). Sedangkan menurut Tillman et al.(1991) konsumsi diperhitungkan dari jumlah makanan yang dimakan oleh ternak,
dimana zat makanan yang dikandungnya akan digunakan untuk mencukupi
kebutuhan hidup pokok dan untuk produksi hewan tersebut.
Palatabilitas juga merupakan factor yang menentukan tingkat konsumsi ransom pada ternak. Menurut Church (1979) palatabilitas dipengaruhi oleh bentuk,bau, rasa tekstur, dan suhu makanan yang diberikan. Ewing (1963) menambahkanbahwa ayam lebih menyukai bahan –bahan makanan yang berwarna cerah.
Unggas mengkonsumsi ransom kira-kira setara dengan 5% dari bobot badan(Wiradisastra, 1986). Menurut Wahju (19970 konsumsi ransom ayam jantan lebihbesar daripada ayam betina. NRC (1994) menyebutkan bahwa rataan konsumsiransom ayam broiler yang dipelihara selama 4 minggu adalah 1616 gr untuk jantandan 1490 gr untuk betina.
Konsumsi Air
Air merupakan senyawa penting dalam kehidupaan. Dua per tiga bagian tubuhhewan adalah air dengan berbagai peranan untuk kehidupan (Parakkasi, 1999).Menurut Scott et al. (1982) , air mempunyai fungsi sebagai berikut : (1) zat dasar daridarah, cairan interseluler dan intraseluler yang bekerja aktif dalam transformasi zat-zat makanan, (2) penting dalam mengatur suhu tubuh karena air mempunyais sifatmenguap dan specific heat, (3) membantu mempertahankan homeostatis dengan ikutdalam reaksi dan perubahan fisiologis yang mengontrol pH, tekanan osmotis,konsentrasi elektrolit.
Kandungan air dalam tubuh anak ayam berumur satu minggu adalah 85%pada umur 42 minggu. Kehilangan air tubuh 10% dapat menyebabkan keruskan yangsangat hebat dan kehilangan air tubuh 29% akan menyebabkan kematian (Wahju, 1997).
Pada ayam broiler konsumsi air minum erat hubungannya dengan bobot badandan konsumsi ransum. Menurut Ensminger et al (1990) pada umumnya ayammengkonsumsi air minum dua kali dari bobot pakan yang dikonsumsi. Konsumsi airminum juga akan meningkatkan pada saat ayam pada temperatur lingkungan yang
tinggi. (May and Lott, 1992). Menurut NRC (1994) konsumsi air minum bertambah
sekitar 7% setiap peningkatan suhu 10C diatas suhu 210C.
Konsumsi Air Minum Ayam Broiler Tiap Minggu Pada Umur Yang Berbeda

Umur (minggu)
Konsumsi (ml/ekor)
1
225
2
480
3
725
4
1.000
5
1.250
6
1.500
7
1.750
8
2.000
Sumber : NRC (1994)

Pertumbuhan
Salah satu hal penting dalam menentukan produksi ternak adalah dengan mengetahui pertumbuhannya. Pertumbuhan merupakan suatu proses yang sangatkompleks yang meliputi pertambahan bobot hidup dan pertumbuhan secara merata dan serentak (Maynard et al., 1979). Sedangkan menurut Anggorodi (1980)pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan dalam bentuk dan jaringan seperti urat daging, tulang, jantung, otak, dan semua jaringan tubuh lainnya.
Pertambahan bobot badan diperoleh melalui pengukuran kenaikan bobot badan dengan melakukan pertimbangan berulang-ulang dalam waktu tiap hari, tiap minggu atau tiap bulan (Tillman et al., 19910. kecepatan pertumbuhan mempunyai variasi yang cukup besar, keadaan ini bergantung pada tipe ayam, jenis kelamin, galur,tata laksana, temperatur lingkungan, tempat ayam tersebut dipelihara serta kualitas dan kuantitas makanan (Anggorodi, 1980). Scott et al (1982) menyatakan bahwa dalam keaadan normal ayam jantan tumbuh lebih cepat dari pada ayam betina.Keseimbngan zat-zat nutrisi terutama imbangan energi dan protein penting
karena nyata mempengaruhi pertumbuhan (Scott et al., 1982). Menurut Siregar et l
v. (9182) dan Wahju (1997) kualitas dari bahan-bahan makanan yang dipergunakanuntuk membuat ransum serta keserasiasn komposisi silai gizi yang sesuai dengankebutuhan untuk pertumbuhan merupakan dua hal yang penting dalam menentukanpuncak performan ayam broiler.
Pada umumnya semua ternak unggas, khususnya ayam broiler termasukgolongan yang memiliki pertumbuhan cepat. Scott et al. (1982) berpendapat bahwapoertumbuhan ayam pedaging sengat cepat dan pertumbuhan dimulai sejak menetassampai umur 8 minggu, setelah itu kecepatan pertumbuhan akan menurun.
Pertumbuhan sangat erat hubungannya dengan konsumsi, dan diperkirakan63% dari penurunanpertumbuhan disebabkan karena menurunnya konsumsi ransumdari ayam (Daghir, 1998). Leeson dan Summer (1991) menjelaskan bahwa temperaturtinggi dan saat ayam dalam keadaan stress, pertumbuhannya akan menurun karenakonsumsi ransumnya menurun.
Konversi Ransum
Konversi ransum merupakan suatu ukuran yang dapat digunkan untuk menilaiefisiensi penggunaan ransum serta kualitas ransum. Konversi ransum adalahperbandingan antara jumlah ransum yang dikonsumsi dengan pertambahan bobotbadan dalam jangka waktu tertentu (North, 1984). Rasyaf (1992) menyatakan bahwasalah satu ukuran efisiensi adalah dengan membandingkan antara jumlah ransumyang diberikan (input) dengan hasil yang diperole baik itu daging atau telur (output).Nilai suatu ransum selain ditentukan oleh nilai konsumsi ransum dan tingkatpertumbuhan bobot badan juga ditentukan oleh tingkat konversi ransum, dimanakonversi ransum menggambarkan banyaknya jumlah ransum yang digunakan untukpertumbuhannya (Wiradisastra, 1986). Semakin rendah angka konversi ransumberarti kualitas ransum semaikin baik. Anggorodi (1980) menyatakan bahwa nilaikonversi ransum dapat dipenuhi oleh beberapa factor, diantaranya adalah suhulingkungan, laju perjalanan ransum melalui alat pencernaan, bentuk fisik, dankonsumsi ransum.
Nilai konversi ransum berhubungan dengan biaya produksi, khususnya biayaransum, karena semakin tinggi konversi ransum maka biaya ransum akan meningkatkarena jumlah ransum yang dikonsumsi untuk menghasilkan bobot badan dalamjangka waktu tertentu semakin tinggi. Nilai konversi ransum ransum yang tinggimenunjukkan jumlah ransum yang dibutuhkan untuk menaikkan bobot badansemakin meningkat dan efisiensi ransum semakin rendah (Card and Nesheim, 1972)
Mortalitas
Mortalitas atau angka kematian yaitu angka yang menunjukkan jumlah ayamyang mati selama pemeliharaan. Mortalitas merupakan factor penting dan harusdiperhatikan dalam suatu usaha pengembangan peternakan ayam. Menurut Togatoropet al. (1981) tingkat kematian ayam banyak terjadi pada minggu-minggu pertamapemeliharaan dan sangat ditentukan oleh kondisi anak ayam pada saat penetasansampai pemeliharaan ayam.
Tingkat mortalitas dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya bobot badan,bangasa, tipe ayam, iklim, kebersihan lingkungan, sanitasi peralatan dankandang,penyakit (North, 1984), serta suhu lingkungan (Sugiaarti, 1981).
Usaha-usaha dan pemberantasan penyakit yang dilaksanakan secara teraturpada suatu peternakan ayam akan menguntungkan peternak, karena dapat mengurangitingkat kematian. Menurut Clayton (1967) tingkat kematian sebesar 5% tidak terlalu7mempengaruhi biaya produksi, tetapi untuk kematian sebesar 20 30% pengaruhnyabesar sekali terhadap biaya produksi. Selanjutnya salah satu untuk menekan angkakematian adalah dengan memilih bibit ayam yang bermutu baik
MATERI DAN METODE
Tempat dan Waktu
Praktikum ini dilaksanakan di Kandang C, Cikabayan, Fakultas Peternakan,Institut Pertanian Bogor. Waktu pelaksanaannya mulai dari tanggal 3 April 2005 - …Mei 2005.
MATERI
Ternak
Praktikum ini menggunakan 50 ekor ayam yang sebelumnya telah berumur 1 hari.

Ransum
Bahan pakan yang digunakan adalah ransum starter dan ransum grower.……
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………..
Kandang dan perlengkapan
Kandang yang digunkan adalah kandang jenis litter yang beralaskan sekam,
dengan ukuran 3m x 3m sebanyak I unit. Dalam satu kandang berisi 50 ekor ayam
Peralatan lainnya yang digunakan adalah lampu (penerang dan pemanas) 15watt, wing band, tempat pakan dan tempat air minum, timbangan (untuk mengetahuiberat ayam per ekor).
Vaksin dan Obat-obatan
Pencegahan penyakit Newcasttle Disease (ND), dilakukan dengan vaksinasi.Pemberian vaksin ND diberikan 2 kali yaiotu pada umur 4 hari dengan menggunakanvaksin ND strain hitchner B1 melalui tetes mata dan pada umur 21 har
menggunakan vaksinlasota melalui air minum. Sedangkan pada saat umur 2 minggudiberi vaksin gumboro melalui air minum untuk mencegah penyakit gumboro. Danobat-obatan yang digunakan adalah vitamin antistress (Vitachicks)
METODE
Persiapan kandang
Sebelum kandang digunakan, seminggu sebelumnya kandang tersebutdibersihkan dan di suci hamakan dengan cara disemprot disinfektan, lalu kandangtersebut diberi litter/sekam, dan tempat makan dan air minum dibersihkan, sertadipasangkan lampu sebagai penerangan/pemanas dan dipasangkan juga tirai.
Persiapan kedatangan DOC
Hal-hal yang perlu dipersiapkan ketika DOC akan datang
-Koran sebagai alat penutup sekam
-Seng untuk mempersempit ruangan agar hangat
-Mempersiapkan air gula untuk diberikan pada DOC yang baru datang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar